Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Aroma Singgang Ayam dan Semangat Gotong Royong di Kampung Baru Tradisi Lokal Jadi Kekuatan Penggalangan Dana Mahardika Mengajar Batch VI

Kamis, 29 Januari 2026 | Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T11:37:14Z




AK47, Solok Selatan — Asap tipis yang mengepul dari bara api perlahan menyelimuti halaman rumah warga Jorong Kampung Baru, Lubuk Ulang Aling, Kabupaten Solok Selatan, Jumat (10/1/2026). Di balik aroma rempah yang menggoda itu, tersimpan cerita tentang kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat.


Hari itu, masyarakat Kampung Baru kembali menghidupkan tradisi memasak singgang ayam, kuliner khas Minangkabau yang sarat nilai budaya. Namun, lebih dari sekadar menjaga warisan kuliner, tradisi ini menjadi sarana strategis untuk menggalang dana demi menyukseskan malam puncak program Mahardika Mengajar Batch VI.


Singgang ayam bukanlah hidangan biasa. Berbeda dengan ayam bakar pada umumnya, singgang ayam dimasak dengan santan kental dan racikan rempah khas Minangkabau yang kaya rasa. Prosesnya memerlukan kesabaran dan ketelitian ayam harus “diungkap”, dibalik dan disiram bumbu berulang kali hingga meresap sempurna, sebelum akhirnya dipanggang perlahan di atas bara api. Karena itulah, singgang ayam kerap dimasak secara bersama-sama dan menjadi simbol kuat kerja kolektif masyarakat.


Pada kegiatan kali ini, sekitar 100 ekor ayam diolah secara massal. Sejak pagi, ibu-ibu Kampung Baru telah berkumpul, menyiapkan bumbu dengan takaran yang nyaris tanpa ukuran mengandalkan pengalaman dan insting rasa yang diwariskan turun-temurun. Sementara itu, para volunteer dan pemuda jorong sigap membantu pekerjaan teknis, mulai dari menyiapkan perapian hingga mengatur proses pemanggangan.


Kolaborasi ini mencerminkan dukungan penuh masyarakat terhadap Mahardika Mengajar, sebuah program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada pendampingan pendidikan anak-anak di daerah. Bagi warga Kampung Baru, program ini bukan sekadar kegiatan sementara, melainkan bagian dari upaya bersama membangun masa depan generasi muda.


Puncak kegiatan berlangsung pada malam hari. Suasana Jorong Kampung Baru berubah menjadi ruang perayaan yang hangat dan semarak. Hadir tidak hanya warga setempat, tetapi juga para volunteer, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang datang memberikan dukungan. Salah satu momen paling dinanti adalah lelang singgang ayam, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh para tamu.


Proses lelang berlangsung meriah. Setiap hidangan singgang ayam yang terjual bukan hanya bernilai kuliner, tetapi juga menjadi simbol kontribusi nyata bagi keberlangsungan kegiatan Mahardika Mengajar. Dana yang terkumpul dari lelang ini menjadi sumber utama pembiayaan operasional malam puncak, memastikan seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik.


Tidak hanya lelang, malam puncak juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni. Anak-anak jorong tampil membawakan tarian dan pertunjukan sederhana, namun penuh percaya diri. Penampilan ini menjadi cerminan dampak positif dari bimbingan para volunteer Mahardika Mengajar, yang selama ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan berani tampil di depan umum. Para volunteer pun turut ambil bagian, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kebersamaan.


Berkat partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, volunteer, dan pemerintah seluruh kebutuhan operasional malam puncak Mahardika Mengajar Batch VI berhasil terpenuhi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa program pengabdian akan jauh lebih bermakna ketika tumbuh dari, oleh, dan bersama masyarakat lokal.


Malam itu, Kampung Baru tidak hanya merayakan berakhirnya satu fase pengabdian. Kehangatan yang tercipta menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat diperjuangkan melalui berbagai cara, termasuk lewat tradisi dan kearifan lokal. Bagi para mahasiswa, pengalaman ini menjadi energi baru untuk terus berkontribusi. Sementara bagi masyarakat, singgang ayam kembali membuktikan dirinya bukan sekadar hidangan, melainkan perekat sosial dan sumber inspirasi kebersamaan.


(Riva Aulia)


#Pendidikan #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update