-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sopir Sipil Dicegat, Disandera, Lalu Ditemukan Tewas dalam Mobil Terbakar: TNI Buru Pelaku di Wamena

Rabu, 16 September 2026 | September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T14:30:44Z

Sopir Sipil Dicegat, Disandera, Lalu Ditemukan Tewas dalam Mobil Terbakar: TNI Buru Pelaku di Wamena



AK47, Papua Pegunungan - Jalur transportasi masyarakat di Papua Pegunungan kembali diguncang kekerasan. Kali ini, seorang sopir lajuran bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya, warga asal Toraja, ditemukan meninggal dunia bersama kendaraan yang digunakannya dalam kondisi terbakar di kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya.


Komando Operasi TNI Habema menyebut kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama diduga bertanggung jawab atas kekerasan tersebut. Namun, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dan penyebab pasti kematian korban.


Peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIT. Saat itu Aris sedang membawa penumpang melalui jalur Wamena menuju Mbua.


Perjalanan yang semestinya menjadi rutinitas mencari nafkah berubah menjadi tragedi.


Dicegat di Tengah Jalan


Menurut keterangan awal Koops TNI Habema, rombongan kendaraan lajuran yang ditumpangi Aris dihentikan sekelompok orang bersenjata di tengah perjalanan.


Pengemudi dan penumpang kemudian diperiksa.


Setelah pemeriksaan, para penumpang diperintahkan kembali ke arah Wamena. Namun Aris tidak diperbolehkan ikut.


Ia justru dibawa menuju kawasan Danau Habema.


Sejak saat itu, keselamatan Aris berada dalam ancaman.


Keterangan yang beredar juga menyebut korban sempat disandera dan muncul rekaman video yang memperlihatkan dirinya berada di bawah tekanan kelompok bersenjata. Detail mengenai video tersebut masih menjadi bagian dari informasi yang didalami aparat.


Pencarian Berujung Temuan Tragis


Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima aparat.


Koops TNI Habema bergerak melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi.


Namun pencarian itu justru berakhir dengan temuan memilukan.


Tim menemukan kendaraan milik Aris dalam kondisi terbakar. Di dalam kendaraan tersebut ditemukan jenazah korban.


Personel kemudian melakukan evakuasi dengan tetap memperhitungkan kondisi keamanan di sekitar lokasi.


Pihak TNI menyatakan penyebab pasti kematian Aris masih dalam penyelidikan.


Dengan demikian, sejumlah informasi mengenai bagaimana korban meninggal masih harus menunggu hasil pendalaman aparat.


Korban Hanya Sopir yang Menghidupi Keluarga


Aris bukan anggota aparat.


Ia bukan orang yang sedang menjalankan operasi keamanan.


Ia adalah seorang sopir yang bekerja mengangkut penumpang dan membantu membawa kebutuhan masyarakat menuju wilayah pedalaman.


Pekerjaan yang bagi banyak orang mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi masyarakat di wilayah pegunungan memiliki arti penting.


Ketika kendaraan umum tidak dapat melintas dengan aman, masyarakat yang berada di sepanjang jalur tersebut ikut merasakan dampaknya.


Karena itu, kematian Aris tidak semata-mata menjadi persoalan satu keluarga.


Ada pertanyaan lebih besar mengenai seberapa aman masyarakat sipil melakukan aktivitas sehari-hari di jalur transportasi Papua Pegunungan.


TNI: Kekerasan terhadap Warga Sipil Tak Bisa Dibiarkan


Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna menyatakan korban merupakan pengemudi yang selama ini melayani transportasi masyarakat sekaligus membawa kebutuhan logistik menuju pedalaman.


Koops TNI Habema menyatakan akan mengejar pihak yang diduga terlibat dan mendukung proses penegakan hukum.


Aparat juga menyatakan pengamanan wilayah akan diperkuat guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.


Pesannya tegas: masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran kekerasan.


Jalur Wamena-Mbua Kembali Dipertanyakan


Kasus Aris kembali membuka persoalan lama mengenai keamanan jalur transportasi menuju wilayah pedalaman Papua Pegunungan.


Jalur tersebut bukan sekadar lintasan kendaraan.


Di sana ada warga yang bepergian, pekerja yang mencari nafkah, pedagang yang membawa barang, keluarga yang hendak bertemu kerabat, hingga distribusi kebutuhan sehari-hari.


Jika jalur tersebut berubah menjadi wilayah yang membuat masyarakat takut bepergian, konsekuensinya akan jauh lebih luas.


Masyarakat membutuhkan jalan yang dapat dilalui tanpa harus mempertaruhkan nyawa.


Pelaku Harus Dipertanggungjawabkan


Kini perhatian tertuju pada pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.


TNI menyatakan proses pencarian dan pengamanan terus dilakukan, sementara penyelidikan terhadap kejadian masih berjalan.


Yang jelas, seorang warga sipil telah kehilangan nyawa.


Aris berangkat bekerja.


Ia membawa penumpang.


Ia menjalankan pekerjaan yang selama ini membantu mobilitas masyarakat menuju pedalaman.


Namun perjalanan itu tidak pernah membawanya pulang.


Kendaraannya ditemukan terbakar. Dirinya ditemukan telah meninggal dunia.


Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga Aris Sanda.


Ini menjadi peringatan keras bahwa ketika kekerasan bersenjata menyasar warga sipil, yang dipertaruhkan bukan hanya satu nyawa, tetapi juga rasa aman masyarakat yang setiap hari harus tetap hidup, bekerja, dan bergerak di tengah situasi konflik.


Kini publik menunggu satu hal: pengungkapan kasus secara tuntas dan pertanggungjawaban hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.


(AK)


#Headline #Peristiwa #Penembakan

×
Berita Terbaru Update