Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Open House Presiden Prabowo Subianto Diserbu Ribuan Warga, Sejumlah Orang Tumbang di Tengah Desakan

Sabtu, 21 Maret 2026 | Maret 21, 2026 WIB Last Updated 2026-03-21T08:54:04Z

Ribuan warga memadati acara open house Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Sabtu, 21 Maret 2026. Antusiasme tinggi masyarakat membuat antrean mengular hingga sekitar 20 meter.



AK47, JAKARTA — Open house Presiden di Istana Negara yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi hangat berubah menjadi lautan manusia yang nyaris tak terkendali. Ribuan warga menyerbu kawasan Istana, Sabtu (21/3/2026), memicu antrean panjang, desak-desakan ekstrem, hingga menyebabkan sejumlah orang tumbang di lokasi.


Sejak pagi buta, massa sudah membanjiri kawasan Pintu Gerbang Majapahit. Bahkan sebelum gerbang resmi dibuka pukul 13.00 WIB, tekanan massa sudah tak terbendung. Antrean mengular puluhan meter, sementara warga terus berdatangan tanpa henti.


Situasi di lapangan pun berubah menjadi padat merayap. Lansia, ibu membawa balita, hingga penyandang disabilitas terjebak dalam kerumunan yang semakin sesak.


Desakan Tak Terhindarkan, Warga Berguguran


Kondisi memprihatinkan terjadi saat ribuan orang saling berhimpitan demi masuk ke area Istana. Di tengah panas dan minim ruang gerak, sejumlah warga dilaporkan pingsan.


Beberapa saksi menyebut warga terlihat lemas sebelum akhirnya tumbang di tengah antrean. Petugas langsung bergerak cepat mengevakuasi korban menggunakan ambulans, sementara kerumunan di sekitarnya nyaris tak bergerak.


Momen ini memperlihatkan betapa rapuhnya kondisi pengunjung di tengah tekanan massa yang tinggi.


“Demi Bisa Lihat Presiden, Apa Pun Dijalani”


Di balik kondisi chaos tersebut, semangat warga justru tak surut. Rindiantika, warga Tangerang, mengaku rela datang sejak subuh bersama keluarga kecilnya.


“Mau bagaimana lagi, ini kesempatan langka. Selama ini cuma lihat di TV,” ujarnya.


Ia bahkan mengaku siap menghadapi risiko demi bisa bertemu langsung dengan Presiden.


“Kalau bisa ketemu, saya cuma ingin beliau lebih peduli sama rakyat kecil,” katanya.


Target 5.000, Realita Jauh Melebihi


Pemerintah sebelumnya memperkirakan sekitar 5.000 orang akan hadir. Namun fakta di lapangan berkata lain jumlah warga yang membludak jauh di atas perkiraan.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut acara ini memang dibuka untuk umum sebagai bagian dari tradisi halalbihalal usai Idulfitri.


Namun lonjakan pengunjung yang tak terbendung menjadi sorotan serius, terutama soal kesiapan pengamanan dan pengaturan massa.


Euforia atau Alarm Bahaya?


Open house ini memperlihatkan dua sisi yang kontras. Di satu sisi, tingginya antusiasme rakyat menunjukkan besarnya magnet politik Presiden Prabowo. Namun di sisi lain, insiden warga pingsan menjadi alarm keras soal potensi bahaya dalam kerumunan besar.


Tanpa pengaturan yang lebih ketat dan sistematis, acara yang seharusnya menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat justru berisiko berubah menjadi situasi darurat.


Kerumunan, panas, dan desakan semuanya menjadi kombinasi yang nyaris memakan korban lebih banyak.


Open house di Istana kali ini bukan sekadar silaturahmi. Ini adalah potret nyata: antara harapan rakyat yang menggunung, dan risiko yang tak bisa lagi dianggap sepele.


(AK)


#Peristiwa #OpenHouse #Nasional #IdulFitri #Headline

×
Berita Terbaru Update