
Prabowo Beri Tugas Khusus kepada KSAD Tandyo Budi Revita: Koperasi Merah Putih Dikebut, Karhutla hingga Papua Jadi Sorotan!
AK47, Jakarta - Baru saja dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita langsung dihadapkan pada sederet pekerjaan strategis dari Presiden Prabowo Subianto. Tak sekadar memimpin matra Angkatan Darat, Tandyo juga diminta mempercepat pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, hingga penguatan ketahanan pangan nasional.
Di saat bersamaan, persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta situasi keamanan di Papua turut menjadi perhatian. Tandyo menegaskan, TNI Angkatan Darat siap mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Tandyo seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Arahan Presiden tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan baru TNI AD. Sejumlah program yang telah berjalan harus dilanjutkan, sementara pelaksanaan agenda strategis lainnya dituntut semakin cepat dan efektif.
"Tentunya ini akan menjadi PR dari Angkatan Darat untuk bisa mempercepat khususnya untuk operasionalisasi. Apakah itu KDKMP, apakah itu sekolah rakyat, apakah itu ketahanan pangan. Yang menjadi tugas dari Bapak Presiden akan segera kita selesaikan," ujar Tandyo.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa percepatan program pemerintah menjadi salah satu agenda yang harus segera ditindaklanjuti setelah pergantian kepemimpinan di tubuh TNI AD.
Koperasi Merah Putih hingga Ketahanan Pangan Jadi Prioritas
Salah satu pekerjaan yang disoroti Tandyo adalah percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Program ini menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi berbagai pihak agar koperasi tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, TNI AD akan melanjutkan dukungan terhadap program yang sebelumnya telah berjalan.
Tandyo menegaskan, tugas terkait KDKMP dan ketahanan pangan bukan hal baru bagi institusinya. Karena itu, pelaksanaan yang sudah berlangsung akan diteruskan sesuai arahan pemerintah.
"Saya kira udah ada deskripsinya ya. Jadi kalau kita tugas-tugas yang tentang ketahanan pangan, tentang KDKMP kan sudah berjalan sebelum ya kita teruskan," tuturnya.
Selain koperasi dan ketahanan pangan, Sekolah Rakyat juga masuk dalam daftar program yang disebut Tandyo harus dipercepat operasionalisasinya.
Meski demikian, ia belum memerinci bentuk dukungan, target waktu, maupun langkah teknis yang akan dilakukan TNI AD untuk mempercepat ketiga program tersebut.
Ke depan, efektivitas pelaksanaannya akan sangat bergantung pada koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang memiliki kewenangan terkait.
Bagi masyarakat, keberhasilan program-program tersebut bukan sekadar soal cepatnya pelaksanaan. Hasil akhirnya juga menjadi perhatian, mulai dari berfungsinya koperasi, keberlanjutan program ketahanan pangan, hingga terselenggaranya layanan pendidikan yang menjadi tujuan Sekolah Rakyat.
Karhutla Mengancam, Tandyo Siapkan Kemampuan TNI AD
Di luar agenda pembangunan, Tandyo juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Ia menegaskan, TNI AD memiliki personel yang tersebar luas di berbagai wilayah sehingga dapat memberikan dukungan dalam upaya pemadaman, khususnya di kawasan lahan gambut.
Menurutnya, pengerahan kemampuan TNI AD diperlukan untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran yang berpotensi meluas.
"Ya kalau untuk karhutla, pastikan TNI Angkatan Darat paling banyak sebarannya. Untuk bisa mempercepat membantu pemadaman khususnya lahan-lahan gambut ini, akan mengerahkan semampunya TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pemadaman ini," kata Tandyo.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa penanganan karhutla turut menjadi perhatian dalam agenda kerja KSAD yang baru.
Kebakaran hutan dan lahan bukan persoalan sederhana. Selain merusak lingkungan, karhutla dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas ekonomi, serta mengancam kawasan permukiman dan ekosistem.
Penanganan di lahan gambut bahkan membutuhkan perhatian khusus karena kebakaran dapat berlangsung di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan secara tuntas.
Dalam kondisi tersebut, kecepatan pengerahan personel harus berjalan beriringan dengan kesiapan peralatan, pemantauan titik api, dan koordinasi dengan instansi penanggulangan bencana serta pemerintah daerah.
Tandyo menyatakan TNI AD akan mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk membantu mempercepat pemadaman. Namun, rincian mengenai wilayah prioritas, jumlah personel, dan pola pengerahan belum disampaikan dalam keterangannya.
Papua Tetap Menjadi Perhatian Prabowo
Persoalan Papua juga menjadi bagian penting dari agenda yang disampaikan Tandyo setelah pelantikannya.
Ia menyebut Papua sebagai salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. TNI AD, menurutnya, akan terus berupaya menjalankan tugas pengamanan sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat.
Tandyo kemudian menyinggung perkembangan situasi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian terkait persoalan keamanan.
Ia menyebut adanya pihak-pihak yang turun dari kelompok bersenjata serta penangkapan dalam beberapa hari terakhir.
"Kalau kita lihat teman-teman wartawan kan sekarang udah banyak yang turun ya. Dalam dua-tiga hari ini kan di Maybrat yang selama ini cukup rame dua tiga tahun yang lalu, kalau dimonitor dua hari yang lalu kan ada yang turun, ada yang kita tangkap," ujarnya.
Tandyo menilai perkembangan tersebut dapat memberikan efek gentar atau deterrent kepada pihak-pihak yang masih melakukan perlawanan agar mempertimbangkan untuk kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Tentunya ini akan menjadi deterrent kepada yang saudara-saudara kita yang belum sadar untuk bisa kembali ke NKRI," pungkasnya.
Namun, Tandyo belum menjelaskan secara terperinci jumlah pihak yang dimaksud telah turun maupun ditangkap, termasuk kronologi dan perkembangan lengkap operasi keamanan di Maybrat.
Situasi Papua sendiri membutuhkan penanganan yang memperhatikan berbagai aspek. Selain menjaga keamanan, peningkatan kesejahteraan, akses pendidikan dan kesehatan, serta pemerataan pembangunan menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas jangka panjang.
Karena itu, pelaksanaan tugas pengamanan perlu berjalan seiring dengan upaya pembangunan dan koordinasi antarlembaga sesuai kewenangannya.
Tugas Pembangunan Dikoordinasikan dengan Kementerian Pertahanan
Tandyo juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan pembangunan akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pertahanan.
Koordinasi tersebut mencakup kesinambungan program yang sebelumnya telah dijalankan TNI AD, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Penegasan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan baru TNI AD akan melanjutkan agenda yang telah berjalan, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden mengenai program strategis pemerintah.
Meski demikian, pembagian tugas dan koordinasi lintas lembaga tetap menjadi faktor penting agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.
TNI AD memiliki tugas utama di bidang pertahanan darat. Sementara itu, dukungan terhadap program pembangunan membutuhkan mekanisme yang jelas agar pelaksanaan tugas sesuai dengan kapasitas, kewenangan, dan prioritas institusi.
Dengan demikian, tantangan Tandyo bukan hanya memastikan berbagai penugasan berjalan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap program pemerintah dan kesiapan TNI AD menjalankan tugas pertahanan negara.
Publik Menanti Hasil Nyata dari Kepemimpinan KSAD Baru
Arahan Presiden Prabowo kepada Tandyo Budi Revita memperlihatkan luasnya agenda yang harus dikawal TNI AD di bawah kepemimpinan baru.
Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, ketahanan pangan, penanganan karhutla, hingga persoalan keamanan Papua merupakan agenda dengan kebutuhan dan tantangan yang berbeda.
Setiap program membutuhkan perencanaan, koordinasi, serta pengawasan agar pelaksanaannya tidak berhenti pada pernyataan kesiapan.
Pada program koperasi dan ketahanan pangan, perhatian akan tertuju pada kemajuan pelaksanaan serta manfaat yang dirasakan masyarakat. Dalam penanganan karhutla, kecepatan respons dan efektivitas pemadaman menjadi hal penting. Sementara di Papua, perkembangan keamanan perlu diikuti upaya yang berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Tandyo telah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang berjalan dan mempercepat penugasan Presiden. Akan tetapi, ukuran keberhasilan kepemimpinannya pada akhirnya terletak pada hasil nyata di lapangan.
Kini, tantangan bagi KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita adalah membuktikan bahwa sederet arahan Presiden Prabowo bukan sekadar daftar pekerjaan, melainkan agenda yang dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat pertahanan negara.
(AK)
#Headline #TNI #Militer #Nasional #KSAD