
Dugaan Perundungan di Telkom University Menggemparkan Publik, Mahasiswa Diduga Ditembak Semburan Api ke Wajah
AK47, Bandung - Dugaan aksi perundungan di lingkungan Asrama Telkom University, Bandung, menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan tindakan intimidasi terhadap seorang mahasiswa beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat mengarahkan semprotan pengharum ruangan yang dipantik menggunakan korek api ke arah wajah mahasiswa yang menjadi sasaran.
Peristiwa yang terekam dalam video itu memunculkan keprihatinan publik, sekaligus menyoroti persoalan keamanan mahasiswa di lingkungan tempat tinggal kampus. Dugaan tindakan kekerasan tersebut kini menjadi perhatian Telkom University, yang menyatakan tengah melakukan penelusuran dan penanganan melalui unit terkait.
Kampus menegaskan bahwa keselamatan mahasiswa menjadi prioritas. Penanganan kasus dikoordinasikan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Video Viral Perlihatkan Dugaan Intimidasi dengan Semburan Api
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria tanpa mengenakan pakaian berada di hadapan seorang mahasiswa. Pria tersebut diduga menggunakan semprotan pengharum ruangan yang dipantik korek api sehingga menghasilkan semburan api ke arah wajah korban.
Sementara itu, mahasiswa yang menjadi sasaran tampak tidak melakukan perlawanan dalam potongan video tersebut. Rekaman itu kemudian menyebar di media sosial dan memancing perhatian masyarakat.
Tindakan yang terlihat dalam video tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai batas perilaku yang dapat ditoleransi di lingkungan asrama mahasiswa. Jika dugaan peristiwa itu terbukti sebagai tindakan intimidasi atau kekerasan, persoalannya bukan sekadar pelanggaran tata tertib, melainkan juga menyangkut keselamatan fisik, rasa aman, dan penghormatan terhadap martabat mahasiswa.
Penggunaan api yang diarahkan ke bagian wajah juga berpotensi menimbulkan risiko cedera. Namun, kondisi korban, tingkat dampak yang dialami, serta kronologi lengkap kejadian belum dijelaskan dalam keterangan resmi yang disampaikan kampus.
Identitas pihak-pihak yang terlibat juga belum diungkapkan. Karena itu, informasi mengenai pelaku, korban, motif, dan latar belakang peristiwa masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan yang menyeluruh.
Telkom University Mulai Lakukan Penelusuran
Head of Secretary and Public Relation Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, menyampaikan bahwa kampus mengambil langkah penanganan dengan mengedepankan perlindungan terhadap pihak yang terdampak.
Dalam keterangan tertulis pada Sabtu (10/10/2026), Roosdiana menegaskan bahwa pemeriksaan akan dilakukan dengan memperhatikan objektivitas, kelengkapan informasi, dan prinsip keadilan.
"Telkom University mengedepankan perlindungan dan pendampingan terhadap pihak yang terdampak, menjaga kerahasiaan identitas para pihak, serta memastikan pemeriksaan dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan berkeadilan," kata Roosdiana.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kampus menempatkan perlindungan mahasiswa dan proses pemeriksaan sebagai bagian penting dalam menangani persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban, mulai dari kronologi lengkap kejadian, hubungan antara pihak-pihak yang terlibat, hingga konteks tindakan yang terekam dalam video.
Publik juga menantikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan awal, bentuk pendampingan yang diberikan kepada korban, serta langkah konkret yang akan ditempuh kampus apabila ditemukan pelanggaran.
Hingga informasi dalam keterangan tersebut disampaikan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai hasil akhir pemeriksaan maupun sanksi yang mungkin dijatuhkan.
Kampus Tegaskan Pelanggaran Akan Ditindaklanjuti
Roosdiana menyatakan bahwa setiap tindakan yang terbukti melanggar ketentuan akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.
"Setiap tindakan yang terbukti melanggar ketentuan akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku. Telkom University juga mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang pendidikan yang aman dan saling menghormati," ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa penanganan dugaan perundungan tidak cukup berhenti pada klarifikasi atau respons terhadap viralnya sebuah video. Pemeriksaan perlu dilakukan secara serius agar fakta kejadian dapat diungkap dan tindak lanjutnya memiliki dasar yang jelas.
Dalam konteks kehidupan asrama, setiap mahasiswa berhak mendapatkan lingkungan yang aman untuk beristirahat, belajar, dan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa intimidasi maupun tindakan yang membahayakan keselamatan.
Karena itu, proses pemeriksaan juga penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak didasarkan semata-mata pada potongan video atau tekanan opini publik, melainkan pada bukti, keterangan para pihak, dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kerahasiaan Identitas Korban Menjadi Perhatian
Di tengah meluasnya penyebaran video, Telkom University turut mengingatkan masyarakat agar tidak memperburuk situasi dengan menyebarluaskan identitas maupun konten pribadi pihak-pihak yang terlibat.
"Dalam menyikapi informasi yang beredar, kami mengimbau semua pihak untuk menghormati privasi individu yang terlibat serta menghindari penyebaran identitas maupun konten pribadi yang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan," kata Roosdiana.
Imbauan ini penting karena penyebaran video dugaan kekerasan dapat menimbulkan dampak tambahan bagi korban, terutama ketika identitas, wajah, atau informasi pribadi yang bersangkutan ikut tersebar tanpa kendali.
Di sisi lain, masyarakat tetap dapat mengawasi penanganan kasus dengan meminta transparansi mengenai proses dan hasil pemeriksaan, tanpa harus menyebarluaskan materi yang berpotensi merugikan pihak terdampak.
Penanganan yang bertanggung jawab membutuhkan keseimbangan antara kepentingan publik untuk mengetahui perkembangan kasus dan hak setiap individu atas privasi serta proses pemeriksaan yang adil.
Ujian bagi Komitmen Kampus Menciptakan Lingkungan Aman
Kasus ini kembali menempatkan keamanan mahasiswa di lingkungan asrama sebagai persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Asrama semestinya menjadi ruang tinggal yang mendukung proses pendidikan, bukan tempat mahasiswa merasa terancam atau menjadi sasaran tindakan yang merendahkan martabatnya.
Langkah Telkom University dalam menelusuri dugaan perundungan tersebut akan menjadi bagian penting untuk menjawab kekhawatiran publik. Pemeriksaan yang menyeluruh, pendampingan terhadap pihak terdampak, serta tindak lanjut berdasarkan fakta diperlukan agar persoalan ini tidak berhenti sebagai kontroversi sesaat di media sosial.
Publik kini menantikan kejelasan mengenai kronologi kejadian, kondisi korban, hasil pemeriksaan, dan langkah yang akan diambil kampus setelah seluruh fakta terungkap.
Pada akhirnya, ukuran keseriusan penanganan bukan hanya terletak pada pernyataan resmi, melainkan juga pada proses yang transparan, perlindungan nyata bagi pihak terdampak, serta tindak lanjut yang sesuai dengan ketentuan.
Dugaan perundungan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan mahasiswa harus menjadi prinsip mendasar dalam kehidupan kampus. Setiap dugaan kekerasan perlu diperiksa secara serius, setiap korban berhak memperoleh perlindungan, dan setiap pihak yang terbukti melanggar aturan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.
(AK)
#Headline #Bullying #TelkomUniversity